Seorang pemuda terlihat sedang berjalan di kampus
pagi itu. Kaca mata vintage berlensa besar, kemeja kotak-kotak berlengan
panjang yang dikancing hingga atas, chino pants yang digulung hingga
mata kaki ditambah chukka boots berbahan suede di kakinya. Penampilannya
membuat semua orang memandang dan bergumam “Wuih hipster abis gayanya!”
Hipster. Well, buat yang suka buka
situs 9gag pasti hafal banget istilah ini. Hipster adalah kata slang
yang muncul sekitar 1940an dan ngetren di tahun 1990an dan 2000an yang
mendeskripsikan gaya pemuda/pemudi yang doyan dengan musik dan fashion
yang non-mainstream. Tapi perkembangan jaman dan mode,hipster sudah
menjadi mainstream di kalangan anak muda. Non mainstream yang menjadi
mainstream. Jadi hipster diharuskan untuk selalu satu langkah didepan
lah dibanding masyarakat awam dalam dua hal tersebut.

Pertama, mari kita lihat selera musik anak-anak hipster. Kaum hipster ini biasanya doyan musik-musik indie macam Jens
Lekman dan Belle and Sebastian. Malah kalo bisa, band indienya juga
yang ga terlalu terkenal, yang nyaris-nyaris terkenal lah. Selain
band-band indie nyaris terkenal tersebut, mereka biasanya dengerin
band-band dari tahun 70-an seperti Pink Floyd, The Clash dan Bee Gees.
Biasanya sih,kaum hispter ini musiknya lebih ke aliran psychedelic, dan
folk. Kaum Hipster biasanya menghindari musik-musik yang masuk ke dalam
top 40 chart tapi beberapa mereka juga doyan juga. Contoh Skrillex. Si
mas-mas botak sebelah yang mencetin play-pause-play-pause lagu dubstep
dari macbooknya di panggung. Terus music player nya juga ga sembarangan,
iPod atau iPhone dengan headphone segede gaban.
Mari membahas
fashionnya kaum hipster. Gampang sih ngedeteksi kaum hipster, minus ga
minus, tetep make kacamata berlensa gede atau kacamata vintage. Semacam
ada hukum tidak tertulis, tahap awal hipster adalah memakai kacamata
vintage tersebut. Abis kacamata vintage, kaum hipster menggulung celana
panjangnya hingga semata kaki sambil naik sepeda fixed gear
kebanggannya. Celananya juga harus chino/khaki pants dengan warna krem
atau warna-warna catchy seperti merah,biru laut atau putih. Tak ada
chino pants, jeans pun jadi, tapi harus skinny dan pastinya, warna
catchy. Turun dari celana, sepatu kaum hipster biasanya menggunakan
chuka boots, doc mart, dock shoes berbahan leather atau suede dengan
warna coklat atau krem. Biasanya sepatu ini digunakan tanpa kaus kaki
atau dengan kaus kaki tapi bercorak rame. Naik ke pilihan bajunya, kaum
hipster biasanya menggunakan kemeja polos (dimasukin ke dalam celana),
kemeja kotak-kotak,kemeja bermotif floral, kaos polos atau kaos berisi
quote atau kalimat-kalimat ironic. Selain kemeja dan kaos, kaum hipster
memakai sweater atau fitted hoodies. Gaya mereka juga terkadang
dilengkapi dengan tas courier, berbahan kulit atau suede. Gayanya sangat
geeky deh. Oh iya, kaum hipster ini kebanyakan bertubuh kutilang
(kurus,tinggi,langsing) terus menggunakan pakaian-pakaian yang ngepas
sama badan. Pokoknya pakaiannya harus body fit atau sedikit kegedean
lah!
Make what’s old new
again. Itu merupakan prinsip kaum hipster, begitu pula buat aksesoris
dan perlengkapan mereka. Kaum hipster doyan banget foto-foto, kamera
favorit mereka adalah kamera analog dan kamera SLR. Gapunya kamera
analog atau kamera SLR? Ga masalah, selama punya iPod/iPhone, masalah
foto memfoto aman. Instal Instagram, foto, kasi efek vintage, voila!
Anda resmi jadi fotografer hipster. Buat teknologi, kaum Hipster
sangatlah Apple-minded. Setelah menggunakan ipod dan iphone, biasanya
mereka menggunakan macbook. Kaum hipster ini biasanya ngepost fotonya di
tumblr dan foto pemandangan ditambahin dengan kata-kata mutiara dengan
style helvetica di tumblrnya, padahal si ganyambung antara gambar dengan
kata-katanya.
Nah itulah hipster. Bukan, bukan, penulis
bukan golongan pembenci hipster kok, penulis bahkan mengikuti beberapa
gaya hipster seperti sepatu boots dan chino pants. Hipster ada bukan
untuk dihina kok, mereka bahkan menjadi salah satu referensi gaya
penulis. Kalo diperhatiin, kaum hipster itu ada di sekitar kita, atau
mungkin pembaca sendiri. Coba cek, apa kalian menggunakan celana jeans
digulung hingga mata kaki? Kaca mata vintage? Naik fixie
mungkin? Atau anak iphone yang selalu foto-foto dengan instagram? oh
atau mungkin doyan foto-foto dengan SLR atau kamera analognya? Ah
sudahlah, jadi how hipster are you?
Hipster. Yup, kamu sering mendengar kata Hipster kan?
Bukan, bukan model celana, kawan. Hipster yang dimaksud disini adalah
sebutan dari bahasa gaul untuk mereka yang sering dianggap keren
sekaligus aneh di lingkungan sekitar kita. Oke, yuk kita cari tahu dulu
arti dari kata hipster. Banyak sekali pengertian yang menjelaskan arti
dari hipster. Salah satu pengertian yang mudah dipahami, hipster adalah
sebutan untuk menggambarkan anak muda, biasanya tinggal di kota besar,
berada dalam kelas ekonomi menengah dan menengah ke atas, tertarik
dengan produk budaya yang bukan ‘mainstream’ seperti fashion, musik
indie, film indie atau apapun asal nggak pasaran.
Orang-orang
di sekitar kita yang dianggap hipster itu yang seperti apa? Yup,
seorang hipster biasanya mempunyai tingkat ke-PD-an yang tingggi, kawan.
Kalau dilihat mereka memiliki dandanan atau fashion sedikit belok alias
nyeleneh, tapi tetap trendi dan terlihat lebih asik. Mereka juga suka menggunakan pakaian yang ‘se-edgy’
a.k.a unik dan dipasangkan dengan sepatu Converse, Doc Marten, atau
mungkin sepatu polos yang dicat sendiri. Nah, kalian sudah mulai
senyam-seyum sendiri kan? Hihihi.
Nah, tujuan hipster
adalah membentuk suatu identitas tertentu atau bahkan sekedar untuk
terlihat keren di mata orang-orang sekitarnya. Semakin banyak orang yang
jarang mengetahui sesuatu yang dia pakai, dengar, bahkan lihat, hipster
akan semakin merasa keren lho. Bahasa elegannya adalah eksklusif! Para
hipster ini bisa dibilang cukup eksis dan happening, kawan. Mereka
memang selalu ada di acara-acara yang ada hubungannya dengan anak muda
seperti pensi, konser band dan gigs-gigs musik indie.
Memang nggak ada yang salah dengan hipster, mungkin ini salah satu tahap dalam pencarian identitas diri yang dilalui oleh orang seumuran kita, kawan. Eits… tapi sebisa mungkin jangan terjebak dengan godaan industri yang memanfaatkan fase pencarian identitas ini.
Apakah kamu seorang hipster, kawan?
ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق