الأربعاء، 12 ديسمبر 2012

APA ITU HIPSTER STYLE?? (merasa anak muda, silahkan singgah dan baca)

Seorang pemuda terlihat sedang berjalan di kampus pagi itu. Kaca mata vintage berlensa besar, kemeja kotak-kotak berlengan panjang yang dikancing hingga atas, chino pants yang digulung hingga mata kaki ditambah chukka boots berbahan suede di kakinya. Penampilannya membuat semua orang memandang dan bergumam “Wuih hipster abis gayanya!”
Hipster. Well, buat yang suka buka situs 9gag pasti hafal banget istilah ini. Hipster adalah kata slang yang muncul sekitar 1940an dan ngetren di tahun 1990an dan 2000an yang mendeskripsikan gaya pemuda/pemudi yang doyan dengan musik dan fashion yang non-mainstream. Tapi perkembangan jaman dan mode,hipster sudah menjadi mainstream di kalangan anak muda. Non mainstream yang menjadi mainstream. Jadi hipster diharuskan untuk selalu satu langkah didepan lah dibanding masyarakat awam dalam dua hal tersebut.
Pertama, mari kita lihat selera musik anak-anak hipster. Kaum hipster ini biasanya doyan musik-musik indie macam Jens Lekman dan Belle and Sebastian. Malah kalo bisa, band indienya juga yang ga terlalu terkenal, yang nyaris-nyaris terkenal lah. Selain band-band indie nyaris terkenal tersebut, mereka biasanya dengerin band-band dari tahun 70-an seperti Pink Floyd, The Clash dan Bee Gees. Biasanya sih,kaum hispter ini musiknya lebih ke aliran psychedelic, dan folk. Kaum Hipster biasanya menghindari musik-musik yang masuk ke dalam top 40 chart tapi beberapa mereka juga doyan juga. Contoh Skrillex. Si mas-mas botak sebelah yang mencetin play-pause-play-pause lagu dubstep dari macbooknya di panggung. Terus music player nya juga ga sembarangan, iPod atau iPhone dengan headphone segede gaban.
Mari membahas fashionnya kaum hipster. Gampang sih ngedeteksi kaum hipster, minus ga minus, tetep make kacamata berlensa gede atau kacamata vintage. Semacam ada hukum tidak tertulis, tahap awal hipster adalah memakai kacamata vintage tersebut. Abis kacamata vintage, kaum hipster menggulung celana panjangnya hingga semata kaki sambil naik sepeda fixed gear kebanggannya. Celananya juga harus chino/khaki pants dengan warna krem atau warna-warna catchy seperti merah,biru laut atau putih. Tak ada chino pants, jeans pun jadi, tapi harus skinny dan pastinya, warna catchy. Turun dari celana, sepatu kaum hipster biasanya menggunakan chuka boots, doc mart, dock shoes berbahan leather atau suede dengan warna coklat atau krem. Biasanya sepatu ini digunakan tanpa kaus kaki atau dengan kaus kaki tapi bercorak rame. Naik ke pilihan bajunya, kaum hipster biasanya menggunakan kemeja polos (dimasukin ke dalam celana), kemeja kotak-kotak,kemeja bermotif floral, kaos polos atau kaos berisi quote atau kalimat-kalimat ironic. Selain kemeja dan kaos, kaum hipster memakai sweater atau fitted hoodies. Gaya mereka juga terkadang dilengkapi dengan tas courier, berbahan kulit atau suede. Gayanya sangat geeky deh. Oh iya, kaum hipster ini kebanyakan bertubuh kutilang (kurus,tinggi,langsing) terus menggunakan pakaian-pakaian yang ngepas sama badan. Pokoknya pakaiannya harus body fit atau sedikit kegedean lah!
Make what’s old new again. Itu merupakan prinsip kaum hipster, begitu pula buat aksesoris dan perlengkapan mereka. Kaum hipster doyan banget foto-foto, kamera favorit mereka adalah kamera analog dan kamera SLR. Gapunya kamera analog atau kamera SLR? Ga masalah, selama punya iPod/iPhone, masalah foto memfoto aman. Instal Instagram, foto, kasi efek vintage, voila! Anda resmi jadi fotografer hipster. Buat teknologi, kaum Hipster sangatlah Apple-minded. Setelah menggunakan ipod dan iphone, biasanya mereka menggunakan macbook. Kaum hipster ini biasanya ngepost fotonya di tumblr dan foto pemandangan ditambahin dengan kata-kata mutiara dengan style helvetica di tumblrnya, padahal si ganyambung antara gambar dengan kata-katanya.
Nah itulah hipster. Bukan, bukan, penulis bukan golongan pembenci hipster kok, penulis bahkan mengikuti beberapa gaya hipster seperti sepatu boots dan chino pants. Hipster ada bukan untuk dihina kok, mereka bahkan menjadi salah satu referensi gaya penulis. Kalo diperhatiin, kaum hipster itu ada di sekitar kita, atau mungkin pembaca sendiri. Coba cek, apa kalian menggunakan celana jeans digulung hingga mata kaki? Kaca mata vintage? Naik fixie mungkin? Atau anak iphone yang selalu foto-foto dengan instagram? oh atau mungkin doyan foto-foto dengan SLR atau kamera analognya? Ah sudahlah, jadi how hipster are you?

Hipster. Yup, kamu sering mendengar kata Hipster kan? Bukan, bukan model celana, kawan. Hipster yang dimaksud disini adalah sebutan dari bahasa gaul untuk mereka yang sering dianggap keren sekaligus aneh di lingkungan sekitar kita. Oke, yuk kita cari tahu dulu arti dari kata hipster. Banyak sekali pengertian yang menjelaskan arti dari hipster. Salah satu pengertian yang mudah dipahami, hipster adalah sebutan untuk menggambarkan anak muda, biasanya tinggal di kota besar, berada dalam kelas ekonomi menengah dan menengah ke atas, tertarik dengan produk budaya yang bukan ‘mainstream’ seperti fashion, musik indie, film indie atau apapun asal nggak pasaran.
Orang-orang di sekitar kita yang dianggap hipster itu yang seperti apa? Yup, seorang hipster biasanya mempunyai tingkat ke-PD-an yang tingggi, kawan. Kalau dilihat mereka memiliki dandanan atau fashion sedikit belok alias nyeleneh, tapi tetap trendi dan terlihat lebih asik. Mereka  juga suka menggunakan pakaian yang ‘se-edgy’ a.k.a unik dan dipasangkan dengan sepatu Converse, Doc Marten, atau mungkin sepatu polos yang dicat sendiri. Nah, kalian sudah mulai senyam-seyum sendiri kan? Hihihi.
Nah, tujuan hipster adalah membentuk suatu identitas tertentu atau bahkan sekedar untuk terlihat keren di mata orang-orang sekitarnya. Semakin banyak orang yang jarang mengetahui sesuatu yang dia pakai, dengar, bahkan lihat, hipster akan semakin merasa keren lho. Bahasa elegannya adalah eksklusif! Para hipster ini bisa dibilang cukup eksis dan happening, kawan. Mereka memang selalu ada di acara-acara yang ada hubungannya dengan anak muda seperti pensi, konser band dan gigs-gigs musik indie. 
Memang nggak ada yang salah dengan hipster, mungkin ini salah satu tahap dalam pencarian identitas diri  yang dilalui oleh orang seumuran kita, kawan. Eits… tapi sebisa mungkin jangan terjebak dengan godaan industri yang memanfaatkan fase pencarian identitas ini.
Apakah kamu seorang hipster, kawan?

 


ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق